khasiat bawang putih sebagai antibiotik kencing nanah yang ampuh

khasiat bawang putih sebagai antibiotik kencing nanah herbal – Bawang putih merupakan tanaman yang sudah ada bahkan pada zaman mesir kuno, kandungan yang terdapat di dalamnya menjadikan tanaman ini sudah di gunakan pada zaman itu contohnya merupakan allicin yang bermanfaat sebagai obat. Tapi untuk kehidupan modern seperti sekarang ini bawang putih tepatnya sering di gunakan sebagai bahan dari pembuatan masakan.

Misalnya untuk orang indonesia sendiri, bahan ini menjadi bahan harus pada setiap olahan masakan baik tradisional atapun modern. Tapi di karenakan aromanya yang cukup menyengat, bahan ini tidak tidak tidak banyak orang yang mengkonsumsi langsung. Sehingga hanya sedikit saja bawang putih yang sering kita konsumsi pada setiap harinya.

Manfaat Bawang Putih

Beberapa pakar riset telah lumayan tidak sedikit memperlihatkan keampuhan dari bawang putih itu sendiri misalnya saja sebagai herbal anti kanker, menurukan hipertensi atau tekanan darah tinggi, menghilangkan sakit gigi, bahkan ampuh dalam meningkatkan meningkatkan metabolisme zat besi pada tubuh kamu dan mengobati sipilis.

Kandungan dan Manfaat Tanaman

Kandungan kimia dari Allium sativum L. yang memiliki aktivitas biologi dan bermanfaat dalam pengobatan adalah senyawa organosulfur (Martinez, 2007). Kandungan senyawa organosulfur ini antara lain:
a. Senyawa S-ak(en)-il-L-Sistein sulfoksida (ACSOs), contohnya ( http://obatalamipenyakit.com ) alliin dan γ-glutamilsistein, senyawa yang paling banyak terdapat dalam bawang putih. Alliin bertanggung jawab pada bau dan citarasa bawang putih, asam amino yang mengandung sulfur, dan digunakan sebagai prekusor allicin. Alliin dan senyawa sulfoksida yang lain, kecuali sikloalliin, segera berubah menjadi senyawa thiosulfinat, seperti allicin, dengan bantuan enzim alliinase ketika bawang putih segar dicincang, dipotong, maupun dikunyah secara langsung (Amagase, 2006). Alliin memiliki potensi sebagai antibakteri.
b. Senyawa sulfur yang volatil seperti allicin. Allicin merupakan senyawa yang kurang stabil, adanya pengaruh air panas, oksigen udara, dan lingkungan basa, mudah sekali terdekomposisi menjadi senyawa sulfur yang lain seperti dialil sulfida.
c. Senyawa sulfur yang larut dalam lemak seperti diallyl sulfide (DAS) dan diallyl disulfide (DADS).
d. Senyawa sulfur larut air yang non volatil seperti S- allil sistein (SAC), yang terbentuk dari reaksi enzimatik γ-glutamilsisteine ketika bawang putih diekstraksi dengan air (Amagase, 2001). SAC banyak terdapat dalam berbagai macam sediaan bawang putih, merupakan senyawa yang memiliki aktivitas biologis, sehingga adanya SAC dalam sediaan bawang putih sering dijadikan standar bahwa sediaan bawang putih tersebut layak dikonsumsi atau tidak (Amagase, 2006).

Umbi Allium sativum L. berkhasiat sebagai obat tekanan darah tinggi, meredakan rasa pening di kepala, menurunkan kolesterol,dan obat maag (Sri Sugati et Hutapea, 1991). Disamping itu digunakan pula sebagai ekspektoransia (pada bronkhitis kronis), karminativa (pada keadaan dispepsia dan meteorismus) (Hansel, 1991).
Pengetahuan tentang manfaat Allium sativum L. dalam pengobatan sudah ada sejak tahun 1550 sebelum masehi, dimana orang-orang Mesir menggunakan bawang putih untuk mengobati berbagai penyakit (Yang, 2001).